Mengenai Saya

Selamat Datang Di Otakkomputer. Saya adalah seorang tenaga IT dan Web master di salah satu Rumah Sakit pemerintah di Jakarta timur. kecintaan saya pada dunia Komputer membuat saya haus untuk mempelajari lebih dalam tentang mesin yang satu ini yaitu Komputer, Blog ini saya dedikasikan untuk Putri pertamaku Aqila Mufidah dan Istriku Dahlia

Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan

gravatar

Pengenalan Dasar tentang Jaringan Komputer

Berdasarkan kriterianya, jaringan komputer dibedakan menjadi 4 yaitu:

1. Berdasarkan distribusi sumber informasi/data

- Jaringan terpusat
Jaringan ini terdiri dari komputer klient dan server yang mana komputer klient yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer server

- Jaringan terdistribusi
Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer server yang saling berhubungan dengan klient membentuk sistem jaringan tertentu.


2. Berdasarkan jangkauan geografis dibedakan menjadi:

- Jaringan LAN
merupakan jaringan yang menghubungkan 2 komputer atau lebih dalam cakupan seperti laboratorium, kantor, serta dalam 1 warnet.

- Jaringan MAN
Merupakan jaringan yang mencakup satu kota besar beserta daerah setempat. Contohnya jaringan telepon lokal, sistem telepon seluler, serta jaringan relay beberapa ISP internet.

- Jaringan WAN
Merupakan jaringan dengan cakupan seluruh dunia. Contohnya jaringan PT. Telkom, PT. Indosat, serta jaringan GSM Seluler seperti Satelindo, Telkomsel, dan masih banyak lagi.


3. Berdasarkan peranan dan hubungan tiap komputer dalam memproses data.

- Jaringan Client-Server
Pada jaringan ini terdapat 1 atau beberapa komputer server dan komputer client. Komputer yang akan menjadi komputer server maupun menjadi komputer client dan diubah-ubah melalui software jaringan pada protokolnya. Komputer client sebagai perantara untuk dapat mengakses data pada komputer server sedangkan komputer server menyediakan informasi yang diperlukan oleh komputer client.

-Jaringan Peer-to-peer
Pada jaringan ini tidak ada komputer client maupun komputer server karena semua komputer dapat melakukan pengiriman maupun penerimaan informasi sehingga semua komputer berfungsi sebagai client sekaligus sebagai server.


4. Berdasarkan media transmisi data

- Jaringan Berkabel (Wired Network)
Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.

- Jaringan Nirkabel (Wireless Network)
Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.

gravatar

Metoda Mengamankan Jaringan Wireless

Setelah tutorial sebelumnya, yaitu bagaimana membangun sebuah hotspot sederhana, tentunya diperlukan sistem yang dapat mengamankan hotspot Wifi yang ada agar akses HotSpot wifi tersebut tidak digunakan oleh pihak yang tidak berhak selain anda sebagai pemilik HotSpot tersebut.

*Faktanya adalah :

“Pada akhir tahun 2002, 30% dari seluruh perusahaan akan mengalami resiko keamanan yang signifikan karena telah mengimplementasikan 802.11b Wireless LAN (WLANs) tanpa sistem keamanan yang baik.”… Security Research and Advisory firm, Gartner Inc.

“Pelanggan bisnis saat ini keberatan untuk mengimplementasikan teknologi wireless karena faktanya adalah Wireless tidak aman, ” — Bill Rossi, vice president and general manager of Cisco’s wireless networking operation.


“Kami mendatangi sebuah perusahaan dengan salah satu jaringan Wireless yang di implementasikan. Semua Source Code, semua tersedia. Jaringan Wireless mem-broadcast, “Masuklah ke sini”…. secara mendasar mereka memiliki Rolls- Royce diparkir di pinggir jalan, mesin menyala, dengan tanda “curi saya.” — Thubten Comberford of White Hat Technologies, a wireless security firm.

Nah, Bagaimana caranya sih untuk mengamankan jaringan Wifi? Pertanyaannya adalah Seberapa Penting keamanan di jaringan Wireless anda, apakah di rumah, kantor, cafe, Kampus, Rumah Sakit, Sekolah, dan lainnya. Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan sistem kemanan seperti apa yang akan anda implementasikan di jaringan wifi anda. Sebenarnya secara standart di setiap Wireless Router / Access Point sudah ada metoda pengamanannya, dimana tidak perlu diinstall software lagi. Namun hanya perlu diaktifkan saja. Semua metodanya sama, namun ada beberapa metoda baru yang tidak dimiliki oleh beberapa Access Point / Wireless Router.

Fitur keamanan ini berjalan di 802.11 , dimana merupakan standart komunikasi wireless / nirkabel yang di standarisasi oleh IEEE (institute of Electrical and Electronics Engineers) dan telah digunakan di seluruh dunia.

***Berikut adalah Fitur pengamanan HotSpot diurutkan dari awal di implementasikan sebagai standart di jaringan Wifi :

*WEP (Wireless Equivalent Privacy).
Merupakan Fitur kemanan pada jaringan Wireless / HotSpot yang pertama kali di implementasikan dan dijadikan standart internasional. Hampir semua perangkat Wireless memiliki metoda ini. WEP menggunakan Metoda enkripsi RC4 untuk mengacak / mengenkripsi data yang akan di lewatkan di jaraingan Wireless.


*WPA ( Wi-Fi Protected Access).
WPA berdasarkan standart 802.11i dari IEEE. WPA ada 2 versi, dimana versi 1 mensupport beberapa metoda enkripsi yaitu :
~ TKIP (Temporal Key Integrity Protocol)
Dikembangkan untuk fitur WPA sebagai pengembangan dari WEP yang mana dapat diupgrade ke hardware 802.11melalui update firmware. merupakan bagian dari 802.11i.
~ AES-CCMP
~ WPA Enterprise : menggunakan authentikasi berbasis Radius dengan standart 802.1x
~ WPA Personal : menggunakan PSK (Pre Shared Key) untuk mengenkripsi data menggunakan Passphrase 8 sampai 63 karakter. Dapat juga menggunakan 64 karakter Hexadesimal. Passpharase yang lemah dapat ditembus menggunakan Dictionary attack (Database password). Namun WPA masih aman, bila digunakan dengan Passpharase yang “Baik” atau 64 karakter Hexadesimal yang tidak mudah diingat seorang manusia.
~ WPA + EAP (Extensible Authentication Protocol).
Banyak turunan dari pengembangan WPA + EAP misalnya EAP-MD5, PEAPv0, PEAPv1, EAP-MSCHAPv2, LEAP, EAP-FAST, EAP-TLS, EAP-TTLS, MSCHAv2, EAP-SIM, LEAP, PEAP, EAP-TLS.
LEAP (Lighweight Extensible Authentication Protocol) lebih aman daripada EAP-MD5 namun EAP-MD5 tidak aman dari cracker.
PEAP (Protected Extensible Authenticatoin Protocol) memungkinkan adanya jalur wireless yang aman untuk pertukaran data, password dan encryption key tanpa membutuhkan server sertifikat lagi. Fitur PEAP dikembangkan oleh CISCO, MICROSOFT dan RSA SECURITY.
EAP-TLS memberikan keamanan yang sangat baik karena authentikasi dua arah. Client dan Network di authentikasi menggunakan sertifikat dan WEP-KEY per Session.EAP juga menggunakan server authentikasi terpusat.


WPA v2 adalah merupakan versi keluaran Wifi Alliance dari standart final 802.11i.
Keduanya, WPA dan WPA2 mensupport authentikasi EAP menggunakan radius server dan PSK (Pre Shared Key).


Kesemua sistem pengamanan tersebut memiliki kelemahan dan kekuatan masing-masing yang mana dapat di tolerir pada satu kondisi namun pada kondisi lain tidak dapat ditolerir. Lalu dari semua fitur keamanan diatas, mana yang cocok digunakan untuk saya ? semua tergantung dari seberapa penting keamanan jaringan Wireless untuk anda.
BIla sangat penting, maka terapkanlah sistem yang paling secure saat ini, yaitu WPA + EAP menggunakan Radius, yaitu EAP-TLS. Tentunya berbeda bila jawabannya adalah sistem keamanan wireless tidak terlalu penting. Bila demikian anda dapat menggunakan metoda WEP atau WPA Personal.
Dan tentunya agar lebih sulit di Hack/ di tembus oleh cracker, gunakan Passpharase yang rumit dan jangan berupa kalimat. kalau bisa pada WPA gunakan Full64 karakter Hexadesimal.


Tentunya bukan berarti tidak dapat di tembus, namun mempersulit cracker untuk menjebol jaringan wireless anda. Biasanya Jaringan WIreless mudah ditembus karena lemahnya passpharase yang digunakan. Dengan lemahnya Passpharase yang digunakan, seorang anak SMA dengan bermodal software cracker WEP/WPA , laptop, Wireless Device dan sebuah antena kaleng 15dBi saja sudah dapat menembus jaringan wireless tersebut dalam hitungan Menit.


Nah, kesimpulannya adalah sebagai berikut :

~ Gunakan Fitur keamanan yang ada dalam Hardware Wireless anda. Semakin mahal harga Hardwarenya, semakin lengkap fitur keamanannya. Anda mendapatkan sesuatu sesuai dengan harga yang anda bayarkan.
~ Gunakan Passpharase yang tidak mudah ditebak atau gunakan Full 64 karakter Hexadesimal untuk WPA key.
~ Sebisa mungkin gunakan dan aktifkan fitur WPA.
~ Bila memungkinkan , terapkan kemanan WPA dengan menggunakan EAP dan Radius server.
~ Lebih advanced lagi, gunakan Web Login HTTPS + Radius , seperti sistem 802.1x pada perusahaan besar.
Untuk web Login, and bisa menggunakan salah satu service yang indohotspot.net sediakan dengan biaya rendah tanpa memerlukan investasi server. Software dan server kami yang sediakan, dan anda hanya menggunakan wireless router yang support DDWRT versi Standart. Dengan demikian mengimplementasikan sistem keamanan yang reliable di jaringan WIreless anda tidak perlu mahal.
~ Berikan pengetahuan tentang sistem keamanan jaringan wireless bagi user anda dan simpan user dan password dengan baik bila ada untuk mencegah kebocoran dari sisi user.

Demikian beberapa cara untuk mengamankan jaringan Wireless / HotSpot anda, baik untuk diterapkan di mana saja, apakah jaringan Wireless untuk sekolah, kantor, cafe, rumah sakit, hotel, apartemen, dan lainnya.
Bila sistem keamanan diterapkan dan diperhitungkan sebelum jaringan wireless di implementasikan, maka anda dapat tidur lebih nyenyak dengan mengetahui bahwa jaringan Wireless anda aman dari usaha penyusupan dan pencurian data.
Tentunya anda tak ingin di saat anda tidur terlelap, tanpa disadari ada yang berusaha menyusup ke jaringan Wireless anda dan melakukan pencurian data ato bandwidth dari jaringan wireless anda bukan ? ( r0ch4 )

gravatar

Metoda Mengamankan Jaringan Wireless

Setelah tutorial sebelumnya, yaitu bagaimana membangun sebuah hotspot sederhana, tentunya diperlukan sistem yang dapat mengamankan hotspot Wifi yang ada agar akses HotSpot wifi tersebut tidak digunakan oleh pihak yang tidak berhak selain anda sebagai pemilik HotSpot tersebut.

*Faktanya adalah :

“Pada akhir tahun 2002, 30% dari seluruh perusahaan akan mengalami resiko keamanan yang signifikan karena telah mengimplementasikan 802.11b Wireless LAN (WLANs) tanpa sistem keamanan yang baik.”… Security Research and Advisory firm, Gartner Inc.

“Pelanggan bisnis saat ini keberatan untuk mengimplementasikan teknologi wireless karena faktanya adalah Wireless tidak aman, ” — Bill Rossi, vice president and general manager of Cisco’s wireless networking operation.


“Kami mendatangi sebuah perusahaan dengan salah satu jaringan Wireless yang di implementasikan. Semua Source Code, semua tersedia. Jaringan Wireless mem-broadcast, “Masuklah ke sini”…. secara mendasar mereka memiliki Rolls- Royce diparkir di pinggir jalan, mesin menyala, dengan tanda “curi saya.” — Thubten Comberford of White Hat Technologies, a wireless security firm.

Nah, Bagaimana caranya sih untuk mengamankan jaringan Wifi? Pertanyaannya adalah Seberapa Penting keamanan di jaringan Wireless anda, apakah di rumah, kantor, cafe, Kampus, Rumah Sakit, Sekolah, dan lainnya. Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan sistem kemanan seperti apa yang akan anda implementasikan di jaringan wifi anda. Sebenarnya secara standart di setiap Wireless Router / Access Point sudah ada metoda pengamanannya, dimana tidak perlu diinstall software lagi. Namun hanya perlu diaktifkan saja. Semua metodanya sama, namun ada beberapa metoda baru yang tidak dimiliki oleh beberapa Access Point / Wireless Router.

Fitur keamanan ini berjalan di 802.11 , dimana merupakan standart komunikasi wireless / nirkabel yang di standarisasi oleh IEEE (institute of Electrical and Electronics Engineers) dan telah digunakan di seluruh dunia.

***Berikut adalah Fitur pengamanan HotSpot diurutkan dari awal di implementasikan sebagai standart di jaringan Wifi :

*WEP (Wireless Equivalent Privacy).
Merupakan Fitur kemanan pada jaringan Wireless / HotSpot yang pertama kali di implementasikan dan dijadikan standart internasional. Hampir semua perangkat Wireless memiliki metoda ini. WEP menggunakan Metoda enkripsi RC4 untuk mengacak / mengenkripsi data yang akan di lewatkan di jaraingan Wireless.


*WPA ( Wi-Fi Protected Access).
WPA berdasarkan standart 802.11i dari IEEE. WPA ada 2 versi, dimana versi 1 mensupport beberapa metoda enkripsi yaitu :
~ TKIP (Temporal Key Integrity Protocol)
Dikembangkan untuk fitur WPA sebagai pengembangan dari WEP yang mana dapat diupgrade ke hardware 802.11melalui update firmware. merupakan bagian dari 802.11i.
~ AES-CCMP
~ WPA Enterprise : menggunakan authentikasi berbasis Radius dengan standart 802.1x
~ WPA Personal : menggunakan PSK (Pre Shared Key) untuk mengenkripsi data menggunakan Passphrase 8 sampai 63 karakter. Dapat juga menggunakan 64 karakter Hexadesimal. Passpharase yang lemah dapat ditembus menggunakan Dictionary attack (Database password). Namun WPA masih aman, bila digunakan dengan Passpharase yang “Baik” atau 64 karakter Hexadesimal yang tidak mudah diingat seorang manusia.
~ WPA + EAP (Extensible Authentication Protocol).
Banyak turunan dari pengembangan WPA + EAP misalnya EAP-MD5, PEAPv0, PEAPv1, EAP-MSCHAPv2, LEAP, EAP-FAST, EAP-TLS, EAP-TTLS, MSCHAv2, EAP-SIM, LEAP, PEAP, EAP-TLS.
LEAP (Lighweight Extensible Authentication Protocol) lebih aman daripada EAP-MD5 namun EAP-MD5 tidak aman dari cracker.
PEAP (Protected Extensible Authenticatoin Protocol) memungkinkan adanya jalur wireless yang aman untuk pertukaran data, password dan encryption key tanpa membutuhkan server sertifikat lagi. Fitur PEAP dikembangkan oleh CISCO, MICROSOFT dan RSA SECURITY.
EAP-TLS memberikan keamanan yang sangat baik karena authentikasi dua arah. Client dan Network di authentikasi menggunakan sertifikat dan WEP-KEY per Session.EAP juga menggunakan server authentikasi terpusat.


WPA v2 adalah merupakan versi keluaran Wifi Alliance dari standart final 802.11i.
Keduanya, WPA dan WPA2 mensupport authentikasi EAP menggunakan radius server dan PSK (Pre Shared Key).


Kesemua sistem pengamanan tersebut memiliki kelemahan dan kekuatan masing-masing yang mana dapat di tolerir pada satu kondisi namun pada kondisi lain tidak dapat ditolerir. Lalu dari semua fitur keamanan diatas, mana yang cocok digunakan untuk saya ? semua tergantung dari seberapa penting keamanan jaringan Wireless untuk anda.
BIla sangat penting, maka terapkanlah sistem yang paling secure saat ini, yaitu WPA + EAP menggunakan Radius, yaitu EAP-TLS. Tentunya berbeda bila jawabannya adalah sistem keamanan wireless tidak terlalu penting. Bila demikian anda dapat menggunakan metoda WEP atau WPA Personal.
Dan tentunya agar lebih sulit di Hack/ di tembus oleh cracker, gunakan Passpharase yang rumit dan jangan berupa kalimat. kalau bisa pada WPA gunakan Full64 karakter Hexadesimal.


Tentunya bukan berarti tidak dapat di tembus, namun mempersulit cracker untuk menjebol jaringan wireless anda. Biasanya Jaringan WIreless mudah ditembus karena lemahnya passpharase yang digunakan. Dengan lemahnya Passpharase yang digunakan, seorang anak SMA dengan bermodal software cracker WEP/WPA , laptop, Wireless Device dan sebuah antena kaleng 15dBi saja sudah dapat menembus jaringan wireless tersebut dalam hitungan Menit.


Nah, kesimpulannya adalah sebagai berikut :

~ Gunakan Fitur keamanan yang ada dalam Hardware Wireless anda. Semakin mahal harga Hardwarenya, semakin lengkap fitur keamanannya. Anda mendapatkan sesuatu sesuai dengan harga yang anda bayarkan.
~ Gunakan Passpharase yang tidak mudah ditebak atau gunakan Full 64 karakter Hexadesimal untuk WPA key.
~ Sebisa mungkin gunakan dan aktifkan fitur WPA.
~ Bila memungkinkan , terapkan kemanan WPA dengan menggunakan EAP dan Radius server.
~ Lebih advanced lagi, gunakan Web Login HTTPS + Radius , seperti sistem 802.1x pada perusahaan besar.
Untuk web Login, and bisa menggunakan salah satu service yang indohotspot.net sediakan dengan biaya rendah tanpa memerlukan investasi server. Software dan server kami yang sediakan, dan anda hanya menggunakan wireless router yang support DDWRT versi Standart. Dengan demikian mengimplementasikan sistem keamanan yang reliable di jaringan WIreless anda tidak perlu mahal.
~ Berikan pengetahuan tentang sistem keamanan jaringan wireless bagi user anda dan simpan user dan password dengan baik bila ada untuk mencegah kebocoran dari sisi user.

Demikian beberapa cara untuk mengamankan jaringan Wireless / HotSpot anda, baik untuk diterapkan di mana saja, apakah jaringan Wireless untuk sekolah, kantor, cafe, rumah sakit, hotel, apartemen, dan lainnya.
Bila sistem keamanan diterapkan dan diperhitungkan sebelum jaringan wireless di implementasikan, maka anda dapat tidur lebih nyenyak dengan mengetahui bahwa jaringan Wireless anda aman dari usaha penyusupan dan pencurian data.
Tentunya anda tak ingin di saat anda tidur terlelap, tanpa disadari ada yang berusaha menyusup ke jaringan Wireless anda dan melakukan pencurian data ato bandwidth dari jaringan wireless anda bukan ? ( r0ch4 )

gravatar

Karakteristik Jaringan WIreless,Wifi,Nirkabel.

Jaringan Wireless mempunyai karakteristik yang berbeda dengan jaringan kabel pada umumnya. Pada Jaringan Wireless / Wifi / Nirkabel banyak faktor yang mempengaruhi kinerja dan kehandalan dari jaringan Wireless. Beberapa hal secara teknisnya adalah Panjang Gelombang (Wavelength), Frekuensi yang digunakan dalam transmisi data, Amplitudo (kekuatan sinyal), dan EIRP (Effective Isotropic Radiated Power). Hal tersebut diatas biasa dibicarakan juga pada sinyal gelombang Radio. Tentunya karena Jaringan Wireless menggunakan Gelombang Radio untuk transmisi datanya.
Karena media transmisinya menggunakan sinyal radio (RF) maka tentunya banyak faktor alam juga yang mempengaruhi. Beberapa penjelasan dari yang disebutkan diatas adalah sebagai berikut :


*Panjang Gelombang (Wavelength).

Panjang Gelombang adalah jarak antara 1 ujung puncak gelombang dengan puncak lainnya secara horizontal. Masih ingat pelajaran Fisika dulu ? Gelombang / sinyalnya adalah sinyal Sinus.
Sinyal ini awalnya di mulai sebagai sinyal AC yang di generate oleh transmitter / pemancar didalam sebuah Access Point (AP) dan dikirim ke antenna, dimana di radiasikan sebagai gelombang sinus. Selama proses ini, arus mengubah medan elektromagnetik disekitar antena, sehingga antena mengirim sinyal elektrik dan magnetik.

*Frekuensi (Hz).

Frekuensi menentukan seberapa sering signal terlihat /muncul. Frekuensi biasa diukur dalam besaran detik, direferensikan sebagai cycle. Beberapa fakta tentang Frekuensi
1 Cycle = 1 Hz
Frekuensi tinggi memiliki jangkauan jarak lebih pendek
Ketika sinyal muncul 1x dalam 1 detik = 1 Hz
10x dalam 1 detik = 10 Hz
1 Juta x dalam 1 detik = 1 MHz
1 milliar x dalam 1 detik = 1 GHz.


*Amplitudo.

Jarak Vertikal antara satu puncak gelombang dengan gelombang lainnya adalah amplitudo. Amplitudo adalah jumlah energi yang di berikan dalam sebuah signal. Orang-orang di FCC dan ETSI (European Telecommunications Standards Institute) mengatur Amplitudo yang boleh digunakan. Untuk melihat amplitudo silahkan click di sini

Kemudian apa itu EIRP ? EIRP adalah total energi yang di keluarkan oleh sebuah access point dan antenna. Saat sebuah Access Point mengirim energinya ke antena untuk di pancarkan, sebuah kabel mungkin ada diantaranya. Beberapa pengurangan besar energi tersebut akan terjadi di dalam kabel. Untuk mengimbangi hal tersebut, sebuah antena menambahkan power / Gain, dengan demikian power bertambah. Jumlah penambahan power tersebut tergantung tipe antena yang digunakan. FCC dan ETSI mengatur besar power yang bisa dipancarkan oleh antena. EIRP inilah yang digunakan untuk memperkirakan area layanan sebuah alat wireless.
Rumus dari EIRP adalah :

EIRP = Power Output Transmitter (AP) - Cable loss + Antenna Gain

Kemudian ada beberapa faktor yang mempengaruhi transmisi sinyal wireless di udara, seperti Free Path Loss, Penyerapan Sinyal, Pemantulan Sinyal, Pemecahan Sinyal, Pembelokan Sinyal dan Line of Sight (LOS).
Apa itu Free Path Loss dan kawan-kawannya yang disebutkan diatas ? berikut penjelasan singkatnya :

~ Free Path Loss.

Model dimana sebuah sinyal yang menjauhi sumbernya makin lama akan menghilang. Ilustrasinya seperti saat anda menjatuhkan batu secara vertikal ke sebuah kolam air, akan terbentuk gelombang yang menjauhi titik batu dijatuhkan dan semakin jauh semakin menghilang, namun tidak berhenti, hanya menghilang. Sama halnya seperti sinyal Gelombang Radio.

~ Absorption ( Penyerapan/Peredaman Sinyal ).

Seperti diketahui semakin besar Amplitudo gelombang (Power) Semakin jauh sinyal dapat memancar. Ini baik karena dapat menghemat acess point dan menjangkau lebih luas. Dengan mengurangi besar amplitudo (Power) suatu sinyal, maka jarak jangkauan sinyal tersebut akan berkurang. Faktor yang mempengaruhi transmisi wireless dengan mengurangi Amplitudo (Power) disebut Absorption (Penyerapan sinyal). Efek dari Penyerapan adalah panas. Masalah yang dapat dihadapi ketika signal di serap seluruhnya adalah, sinyal berhenti. Namun efek ini tidak mempengaruhi ato merubah panjang gelombang dan frekuensi dari sinyal tersebut.
Anda pasti bertanya-tanya, benda apa yang dapat menyerap signal. Tembok, tubuh manusia, dan karpet dapat menyerap ato meredam sinyal. Benda yang dapat menyerap ato meredam suara dapat meredam sinyal.
Peredaman sinyal ini perlu diperhitungkan juga saat akan mendeploy jaringan wireless dalam gedung, terutama bila ada kaca dan karpet. karena dalam hal ini peredaman sinyal akan terjadi.

~ Pemantulan Sinyal.

Sinyal radio bisa memantul bila menemui cermin/kaca. Biasanya banyak terjadi pada ruangan kantor yang di sekat. PemantulanI pun tergantung dari frekuensi signalnya. Ada beberapa frekuensi yang tidak terpengaruh sebanyak frekuensi yang lainnya. Dan salah satu efek dari pemantulan sinyal ini adalah terjadinya Multipath.
Multipath artinya singnal datang dari 2 arah yang berbeda. Karakteristiknya adalah penerima kemungkinan menerima signal yang sama beberapa kali dari arah yang berbeda. Ini tergantung dari panjang gelombang dan posisi penerima. Karakteristik lainnya adalh Multipath dapat menyebabkan sinyal yang = nol, artinya saling membatalkan, atau dikenal dengan istilah Out Of Phase signal.

~ Pemecahan Sinyal / Scattering.

Isu dari pemecahan sinyal terjadi saat sinyal dikrim dalam banyak arah. Hal ini dapat disebabkan oelh beberapa objek yang dapat memantulkan signal dan ujung yang lancip, seperti partikel debu di air dan udara. Ilustrasinya dalah menyinari lampu ke pecahan kaca. Cahaya akan dipantulkan ke banyak arah dan menyebar. Dalam skala besar adalah bayangkan saat cuaca hujan. Hujan yang besar mempunyai kemampuan memantulkan sinyal. oleh karena itu disaat Hujan , sinyal wireless dapat terganggu.

~ Pembelokan Sinyal [Refraction..]

Refraction adalah perubahan arah, atau pembelokan dari sinyal disaat sinyal melewati sesuatu yang beda massanya. Sebagai contoh sinyal yang melewati segelas air. Sinyal ada yang di pantulkan dan ada yang dibelokkan.

~ LOS (Line of Sight).

Line of Sight artinya suatu kondisi dimana pemancar dapat melihat secara jelas tanpa halangan sebuah penerima. Walaupun terjadi kondisi LOS, belum tentu tidak ada gangguan pada jalur tersebut. Dalam hal ini yang harus diperhitungkan adalah – Penyerapan sinyal, pemantulan sinyal, pemecahan sinyal. Bahkan dalam jarak yang lebih jauh bumi menjadi sebuah halangan, seperti kontur bumi, gunung, pohon, dan halangan lingkungan lainnya.
Untuk menentukan pengaruh dari kekuatan sinyal wireles, ada beberapa hal dan metoda yang dapat digunakan yaitu :

Fresnel Zone.
Sebagai latar belakang, Augustin-Jean Fresnel adalah seorang fisikawan Prancis dan sarjana sipil yang hidup di tahun 1788 ~ 1827. Beliau secara tepat mengasumsikan bahwa cahaya bergerak seperti gelombang. Dan karena penemuan beliau, sebuah metoda untuk menentukan dimana pemantulan akan terjadi di antara pengirim dan penerima, dan diberi nama seperti namanya. Inilah yang disebut Fresnel Zone. Rumus Fresnel Zone ini dapat menentukan posisi ketinggian antena dengan Jarak yang dapat di tembus oleh sinyal Wireless. Dengan perhitungan yang tepat akan didapatkan hasil yang memuaskan dan tentunya diperhitungkan. Namun penerapan di Indoor sinyalnya terlalu pendek sehingga tidak terlalu berefek dalam jaringan wifi indoor.

Received Signal Strength Indicator (RSSI).
RSSI ini menggunakan nilai yang spesifik untuk tiap vendor. Oleh karena itu penilaian vendor A belum tentu sama dengan vendor B. RSSI biasa diukur dalam besaran dBm. Salah satu alat untk menentukan RSSI adalah software Network Stumbler.

Signal to Noise Ratio (SNR).
SNR adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seberapa kuat sinyal dibandingkan dengan gangguan di sekeliling yang menggangu sinyal. Bila Sinyal lebih kuat daripada gangguan / Noise maka sinyal dapat di tankap oleh receiver lebih baik, dan sebaliknya demikian. Blla Noise sekitar terlalu besar, maka yang akan di tangkap oleh receiver adalah sinyal yang samr-samar dan transmisi data tidak dimengerti. Bila Aplikasi yang anda gunakan dapat melaporkan pengukuran SNR, lebih baik bila mendapatkan angka yang lebih tinggi, namun juga dibuat berdasar nilai RSSI nya, sehingga juga ditentukan sendiri oleh vendor.

Link Budget.
Link Budget adalah nilai yang menghitung semua gain dan loss antara pengirim dan penerima, termasuk atenuasi, penguatan / gain antena, dan loss lainnya yang dapat terjadi. Link Budget dapat berguna untuk menentukan berapa banyak power yang dibutuhkan untuk mengirimkan sinyal agar dapat di mengerti oleh penerima sinyal.
Berikut adalah rumus sederhana untuk menentukan Link Budget :

Received Power (dBm) = Transmitted Power (dBm) + Gains (dB) - Losses (dB)

Dengan memahami beberapa hal yang dapat mempengaruhi sinyal wireless dan karakteristiknya, maka kita akan dapat membangun jaringan Wireless yang lebih reliable dan diperhitungkan secara keseluruhan. Namun hal tersebut belum tentu tidak berubah karena seiring dengan waktu, pasti faktor-faktor yang ada akan berubah, misalnya tiba tiba dibangun sebuah bangunan yang menghalangi antena pemancar dan penerima, maka sinyal akan terganggu. Namun tentunya semua lebih dapat dimengerti dan beberapa pertanyaan yang misteri dapat di jawab dengan lebih baik.
Terutama bagi anda yang akan mendesign sebuah jaringan wireless yang tidak hanya asal Connect dan jalan. (R0ch4’s Blog)